- Mengasah perkembangan kognitif. Anak kecil mempunyai organ memori, yaitu otak (cerebri) yang belum banyak terisi. Melalui bermain, anak akan mengeksplorasi dan memanipulasi benda-benda di sekitarnya. - Mengembangkan perkembangan moral dan etika. Melalui interaksi dengan teman-temannya di dalam kelompok, anak akan belajar tentang bagaimana aturan bermain di dalam kelompok. - Meningkatkan kreativitas. Di dalam melakukan permainan, anak-anak dapat menerapkan ide-ide mereka. - Melatih perkembangan komunikasi dan bahasa. Bagi bayi dan anak-anak, bermain merupakan alat komunikasi.
1.Train thesensoryand motordevelopmentof children.Games thatwillactivelyinvolveall thesensesassensoryorgansand involvesmost of themuscleas amotororgan. 2.Honecognitive development.Small childrenhave amemoryorgan, the brain(cerebri)whichhas not beenfilled.Throughplay,childrenwillexploreandmanipulateobjectsin the vicinity. 3.Developmoralandethicaldevelopment.Throughinteractionwithhis friendsin the group, children willlearnabouthowthe rulesplayin the group. 4.Enhancecreativity.In doing thegame, childrencanapplytheir ideas. 5.Raisingself-awareness.Throughplay,childrenwill recognize theadvantages anddisadvantages,strengthsandweaknesses 6.Traincommunicationandlanguagedevelopment.Forinfantsand children, play is ameans of communication. 7.As therapy.When childrenfeel discomfort,playingis the solution torelievethe discomfort.When thesickandcared for,playcanrelievepainanddiscomfortdue tohospitalization.
Apa yang membuat anak-anak tetap berada di dalam ruangan? Survei menyebutkan, takut penculikan adalah salah satu penyebab yang utama, diikuti oleh kekhawatiran anak-anak akan tertabrak mobil, dan di-bullying.
“Ketakutan tersebut telah menciptakan kumpulan orang tua yang sangat mengekang yang membesarkan seorang ‘pengecut’ yang tidak mampu mengatasi naik turunnya masalah kehidupan karena mereka umumnya tidak punya pengalaman seperti itu,” ujar Hara Estroff Marano, penulis buku A Nation of Wimps: The High Cost of Invasive Parenting, yang berbasis di NewYork, Amerika Serikat.
Menurut Marano : "Rumah dari suatu keberanian telah memberikan jalan bagi rumah ketakutan, yang diberi judul, risiko penolakan, dan rasa narsistik,"
The researchers foundthat children aged6 to8 yearsin 1997has decreasedthe timeto playabout 25%ofthe same age groupin 1981.Other studiesalsosuggest,about 70%ofmothersreportedplaying outdoorseveryday,only 31% saidthattheir childrendowell.
So what makesthe childrenremain in theroom?Surveysays, fear ofkidnappingis one ofthemaincauses,followedby fearsthe children will behit by a car,andon-bullying.
"Fearhas createda collection ofveryoldpeoplewho raisedcurba 'coward'who are unable tocope withthe ups and downsof life issuesbecausetheygenerallydo nothave any experiencelike that," saysHaraEstroffMarano,author ofANation ofWIMPs:The HighCostofInvasiveParenting, based inNew York,UnitedStates.
Peter Gray, professor riset bidang psikologi di Boston College, Amerika Serikat, mengemukakan risetnya bahwa 50 tahun-an silam para orang tua tak jarang bahkan hampir semua menyuruh anak-anak mereka untuk pergi bermain, tapi sekarang anak-anak kebanyakan dilarang untuk bermain ke luar rumah. Padahal banyak hal yang dapat dipelajari di luar rumah.
Ketika anak-anak diizinkan untuk bermain, mereka akan menyusun games, bernegosiasi aturan dan memastikan bahwa orang lain akan bermain adil. Semua itu membantu untuk mengajarkan anak bagaimana membuat keputusan, memecahkan masalah, dan mendapatkan control diri. “Anak yang punya terlalu banyak ledakan emosional atau yang bersikeras memaksakan kehendaknya, akan belajar bahwa mereka perlu mengubah perilaku jika ingin terus diterima ke dalam sebuah kelompok,” tutur Gray.
“Melalui bermain bebas, mereka memperoleh kompetensi dasar yang akhirnya diperlukan saat menjadi orang dewasa,” sebut Gray, penulis dari dua studi dalam American Journal of Play, “Tetapi, sejak pertengahan 1950-an, orang dewasa telah memainkan peran yang lebih besar dalam kegiatan anak-anak mereka, dengan mengorbankan kesehatan mental anak-anaknya,” katanya. Limited landandchild in theyardmakesthe intensity ofplayingon the wane.The researchers foundthat childrenin the U.S. hasfar lesstimetoplaycompared to childrenat 50years ago.A trend thatwouldhave serious consequences fordevelopmentandmentalhealth ofchildren.
"Untilthe 1950's, childrenare free to dothe best partoftheir childhood.Ifyoustay at homewith her mother,shewouldsay'gooutand play'.Natural placefor childrenisoutdoors,"said PeterGray,researchassociate professorof psychologyat BostonCollege, USA.
"At present,just the opposite.Parentsdo not allowchildren to playfreely.In fact,iftheydo, noother kidsout there who areinvited toplay,orhis mothermayhave limits ontheir children,such as'notoutofthe homepage' eventhe kidsdo notwant to liveout there,"he continuedasHealthDayquoted by page.
Whenthe childrenwere allowedtoplay,theywillarrangegames,negotiatingrules andensurethatother people willplayfair.All of thathelpstoteachchildrenhow to makedecisions, solveproblems,andgainself-control."Children whohave toomuchemotional outburstsorwho insist onimposingtheir will,willlearnthattheyneed to changebehaviorif you want tocontinue tobe acceptedinto agroup," saidGray.
"Throughfree play,theyeventuallyacquirethe basic competenciesrequired whenbecoming an adult," saidGray,authoroftwo studiesin the AmericanJournal ofPlay,"But,sincethe mid-1950s, adultshave playeda greater rolein the activitiestheir children,at the expense ofthe mentalhealth ofchildren,"he said.